Melirik Peluang Bisnis Pendidikan Dini
JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia pendidikan memiliki sisi bisnis. Asal tidak berlebihan dalam membisniskan pendidikan, pendidikan anak usia dini (PAUD) juga mampu mendatangkan keuntungan.
Tawaran bermitra dalam mengembangkan pendidikan usia dini masih bermunculan. Maklum, orang tua sekarang semakin sibuk bekerja sehingga anak-anak bisa dititipkan sekaligus belajar di day care atau playgroup.
Peluang inilah yang dibidik oleh Nilu Gede Kusumadewi (37), pemilik El Genio Academy di Yogyakarta. Sekolah yang telah berdiri sejak 2009 berencana mengembangkan sayapnya dengan menawarkan kemitraan mulai Januari 2014.
Meski baru dibuka, El Genio sudah punya satu mitra di Yogyakarta. "Total sekolah ada tiga, yakni satu sekolah punya mitra, sisanya milik sendiri," ujar Nilu.
El Genio menerima murid sejak umur 3 bulan hingga 5 tahun. Kelas yang ditawarkan mulai dari baby daycare, toddler, playgroup, dan taman kanak-kanak. Biaya sekolah (SPP) rata-rata Rp 500.000 per murid per bulan. Adapun uang masuk sekolah sebesar Rp 4,8 juta.
El Genio juga menawarkan kemitraan. Nilu mengatakan, sewa tempat dan perlengkapan sekolah disediakan sendiri oleh mitra. "Yang penting, mitra menyiapkan tempat minimal 300 meter persegi dengan empat ruang kelas," kata dia.
Omzet Rp 40 juta
Nilu menyebutkan, mitra bisa mengantongi omzet Rp 40 juta per bulan dengan asumsi 60 orang murid. Dengan laba bersih 10 persen - 15 persen per bulan, mitra bisa balik modal dalam dua tahun. Dalam kemitraan ini, Nilu mengutip royalti fee sebesar Rp 7,5 juta per tahun.
Yang menarik, selain mendidik, El Genio pun menyediakan makanan ringan dan menu makan siang untuk para murid. Nilu menyediakan makanan yang mengutamakan kebersihan serta mengurangi penggunaan monosodium glutamate (MSG) dan minyak.
Nilu melanjutkan, kurikulum El Genio membuat anak bisa menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Meskipun El Genio sekolah umum, ia memastikan tiap anak mendapat pelajaran agama sesuai latar belakang agama orang tuanya.
Dari segi kemitraan, kantor pusat akan mengontrol mitra sebulan sekali selama setahun. Kurikulum pun akan dievaluasi agar bisa mengikuti perkembangan zaman.
Pengamat waralaba Amir Karamoy bilang prospek bisnis pendidikan memang kian menjanjikan. Pasalnya, orang tua muda saat ini cenderung menyekolahkan anaknya sedini mungkin. "Ini membuat anak yang masih sangat kecil pun sudah disekolahkan," ujarnya.
Agar sukses, sekolah harus punya keunikan. Misalnya kurikulum sekolah berbeda dengan sekolah lain. Amir menilai, tawaran kemitraan El Genio cukup menarik. (Marantina)
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Sumber : Kontan
Analisa : Dunia bisnis terus menjadi hal yang menarik untuk dilakukan. Masuk ke dalam dunia pendidikan, sebuah PAUD pun bisa dibisniskan. Seperti El Genio di Yogyakarta. Peluang bisnis pendidikan usia dini ini berasal dari kejelian melihat kesempatan. Orang tua yang sibuk, menitipkan anaknya di day care, dan disanalah si anak mendapat pendidikan.
Bisnis yang bisa beromzet hingga 40 juta ini termasuk menjanjikan bagi para pebisnis yang ingin terjun dalam dunia bisnis di bidang pendidikan, khususnya PAUD.
Berita disadur dari : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/10/1500509/Melirik.Peluang.Bisnis.Pendidikan.Dini
In here, I published all the things that I get in Gunadarma University. All Writings and Assignments that I do in my college life
Friday, January 10, 2014
Ini 'Ancaman' Baru AS Untuk Indonesia di Sektor Migas (Tulisan Softskill)
Ini 'Ancaman' Baru AS Untuk Indonesia di Sektor Migas
Rista Rama Dhany - detikfinance
Jakarta -Saat ini hampir 50% produksi gas bumi dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) diekspor ke luar negeri seperti Jepang, Korea dan lainnya. Namun besarnya ekspor LNG Indonesia ini bisa terancam oleh Amerika Serikat (AS), kok bisa?
Kepala Bidang Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro mengatakan, saat ini AS sedang kelebihan pasokan gas.
"Amerika sekarang itu surplus gas, mereka banyak sekali produksi gas, sehingga harga gas di sana dulunya US$ 15 per mmbtu, sekarang cuma US$ 3 per mmbtu," ungkap Elan kepada detikFinance, Jumat (10/1/2014).
Elan mengungkapkan, murah dan surplusnya gas di AS karena negara Paman Sam tersebut telah berhasil mengembangkan teknologi energi baru bernama shale gas.
"Mereka berhasil kembangkan shale gas, mereka sudah mulai mengembangkan shale gas ini sejak 15-20 tahun lalu, kalau kita baru saja mau mulai," ujarnya.
Shale gas adalah gas alam yang terdapat di dalam batuan shale atau batu lunak yang kaya akan minyak atau gas.
Akibat murahnya harga gas dan berlimpahnya pasokan gas bumi dari shale gas Amerika Serikat, sangat dikhawatirkan Amerika akan mengekspor gas tersebut dalam bentuk LNG, sama seperti yang dilakukan Indonesia.
"Harga gas LNG ekspor kita saat ini sangat baik, harganya US$ 15 per mmbtu, dengan surplusnya gas di Amerika, sangat dimungkinkan Amerikan akan mengekspor dalam bentuk LNG, ini sudah kita peringatkan para perusahaan eksportir LNG di dalam negeri agar segera mengantisipasi jika itu terjadi, karena harga gas Amerika bisa jauh lebih murah," tutupnya.
Berdasarkan data SKK Migas, tahun 2013 Indonesia mengekspor 47,9% produksi gas buminya. Sementara pendapatan negara dari gas bumi tahun lalu mencapai US$ 12,358 juta.
(rrd/dnl)
Analisa : LNG singkatan dari Liquefied Natural Gas kepunyaan Indonesia, 50% sudah menjadi barang ekspor ke luar negeri. Tapi ekspor sebesar itu masih bisa terancam oleh AS.
Ancaman tersebut dikarenakan AS mempunyai surplus gas yang membuat harga gas di negeri Paman Sam itu menjadi US$3/mmbtu. Teknologi Shale Gas membuat hal itu mungkin terjadi di negara adi daya tersebut.
Melihat hal di atas, maka Amerika Serikat akan menjadi pesaing tangguh bagi Indonesia dalam mengekspor LNG. Persaingan yang ketat akan dilakukan dua negara agar eksis dalam bisnis LNG.
Berita disadur dari : http://finance.detik.com/read/2014/01/10/170334/2464403/1034/ini-ancaman-baru-as-untuk-indonesia-di-sektor-migas?f990101mainnews
Rista Rama Dhany - detikfinance
![]() |
| Gas Dalam Gambar diambil di sini |
Kepala Bidang Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro mengatakan, saat ini AS sedang kelebihan pasokan gas.
"Amerika sekarang itu surplus gas, mereka banyak sekali produksi gas, sehingga harga gas di sana dulunya US$ 15 per mmbtu, sekarang cuma US$ 3 per mmbtu," ungkap Elan kepada detikFinance, Jumat (10/1/2014).
Elan mengungkapkan, murah dan surplusnya gas di AS karena negara Paman Sam tersebut telah berhasil mengembangkan teknologi energi baru bernama shale gas.
"Mereka berhasil kembangkan shale gas, mereka sudah mulai mengembangkan shale gas ini sejak 15-20 tahun lalu, kalau kita baru saja mau mulai," ujarnya.
Shale gas adalah gas alam yang terdapat di dalam batuan shale atau batu lunak yang kaya akan minyak atau gas.
Akibat murahnya harga gas dan berlimpahnya pasokan gas bumi dari shale gas Amerika Serikat, sangat dikhawatirkan Amerika akan mengekspor gas tersebut dalam bentuk LNG, sama seperti yang dilakukan Indonesia.
"Harga gas LNG ekspor kita saat ini sangat baik, harganya US$ 15 per mmbtu, dengan surplusnya gas di Amerika, sangat dimungkinkan Amerikan akan mengekspor dalam bentuk LNG, ini sudah kita peringatkan para perusahaan eksportir LNG di dalam negeri agar segera mengantisipasi jika itu terjadi, karena harga gas Amerika bisa jauh lebih murah," tutupnya.
Berdasarkan data SKK Migas, tahun 2013 Indonesia mengekspor 47,9% produksi gas buminya. Sementara pendapatan negara dari gas bumi tahun lalu mencapai US$ 12,358 juta.
(rrd/dnl)
Analisa : LNG singkatan dari Liquefied Natural Gas kepunyaan Indonesia, 50% sudah menjadi barang ekspor ke luar negeri. Tapi ekspor sebesar itu masih bisa terancam oleh AS.
Ancaman tersebut dikarenakan AS mempunyai surplus gas yang membuat harga gas di negeri Paman Sam itu menjadi US$3/mmbtu. Teknologi Shale Gas membuat hal itu mungkin terjadi di negara adi daya tersebut.
Melihat hal di atas, maka Amerika Serikat akan menjadi pesaing tangguh bagi Indonesia dalam mengekspor LNG. Persaingan yang ketat akan dilakukan dua negara agar eksis dalam bisnis LNG.
Berita disadur dari : http://finance.detik.com/read/2014/01/10/170334/2464403/1034/ini-ancaman-baru-as-untuk-indonesia-di-sektor-migas?f990101mainnews
Sambut Akhir Pekan, Harga Emas Antam Tetap di Rp 530.000 /Gram (Tulisan Softskill)
Sambut Akhir Pekan, Harga Emas Antam Tetap di Rp 530.000 /GramHerdaru Purnomo - detikfinance
Jakarta -Harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini Jumat(10/1/2014) tak bergerak atau sama dari hari sebelumnya.
Mengutip situs resmi Logam Mulia Antam, emas batangan Logam Mulia pecahan 1 gram tetap di Rp 530.000.
Sementara harga jual kembali atau buyback naik menjadi di Rp 475.000/gram dari Rp 473.000/gram.
Berikut daftar harga emas Antam hari ini :
1 Gram : Rp 530.000
5 Gram : Rp 2.505.000
10 Gram : Rp 4.960.000
50 Gram : Rp 24.600.000
500 Gram : Rp 245.300.000
"Untuk transaksi pembelian Emas Batangan datang Langsung ke PT Antam Tbk Jakarta setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja," terang Antam dalam situs resminya.
(dru/dnl)
Analisa : Akhir pekan datang, tetapi pergerakan emas milik ANTAM tetap sama dengan hari sebelumnya. Seperti yang dikeluarkan oleh situs resmi ANTAM. Emas batangan Logam Mulia pecahan 1 gram tetap di Rp.530.000,-. Lalu mengenai harga jual kembali / buyback naik menjadi Rp. 475.000,-/gram.
Berita disadur dari : http://finance.detik.com/read/2014/01/10/084435/2463561/4/sambut-akhir-pekan-harga-emas-antam-tetap-di-rp-530000--gram
Jakarta -Harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini Jumat(10/1/2014) tak bergerak atau sama dari hari sebelumnya.
Mengutip situs resmi Logam Mulia Antam, emas batangan Logam Mulia pecahan 1 gram tetap di Rp 530.000.
Sementara harga jual kembali atau buyback naik menjadi di Rp 475.000/gram dari Rp 473.000/gram.
Berikut daftar harga emas Antam hari ini :
1 Gram : Rp 530.000
5 Gram : Rp 2.505.000
10 Gram : Rp 4.960.000
50 Gram : Rp 24.600.000
500 Gram : Rp 245.300.000
"Untuk transaksi pembelian Emas Batangan datang Langsung ke PT Antam Tbk Jakarta setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja," terang Antam dalam situs resminya.
(dru/dnl)
Analisa : Akhir pekan datang, tetapi pergerakan emas milik ANTAM tetap sama dengan hari sebelumnya. Seperti yang dikeluarkan oleh situs resmi ANTAM. Emas batangan Logam Mulia pecahan 1 gram tetap di Rp.530.000,-. Lalu mengenai harga jual kembali / buyback naik menjadi Rp. 475.000,-/gram.
Berita disadur dari : http://finance.detik.com/read/2014/01/10/084435/2463561/4/sambut-akhir-pekan-harga-emas-antam-tetap-di-rp-530000--gram
Bank Mandiri Sesalkan Kasus Pemboman ATM di Malang (Tulisan Softskill)
Bank Mandiri Sesalkan Kasus Pemboman ATM di Malang
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri Tbk menyerahkan sepenuhnya kasus pemboman anjungan tunai mandiri (ATM) di Malang kepada pihak kepolisian.
"Uang yang ada di dalam ATM tidak hilang dan tetap dala kondisi baik. Namun kami menyesalkan adanya tindakan yang tidak bertanggung jawab ini karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menggunakan layanan ATM untuk bertransaksi," ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Nixon LP Napitupulu, kepada Kompas.com Kamis malam (9/1/2014).
Dia mengungkapkan, Bank Mandiri berharap pihak kepolisian bisa menyelesaikan kasus tersebut. Dengan demikian upaya kejahatan yang dapat merusak tatanan industri keuangan bisa dicegah.
Sebelumnya diberitakan, sebuah bilik ATM Mandiri di Jalan Kartanegara, Karangploso, Kabupaten Malang, meledak, Kamis (9/1/2014). Dahsyatnya ledakan membuat serpihan kaca beterbangan hingga radius lebih dari 20 meter.
Serpihan kaca juga memenuhi halaman ruko dan sebuah Rumah Makan Pak H Sholeh yang ada di sisi bilik ATM. Meski demikian, mesin ATM masih terlihat utuh.
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Analisa : Peristiwa pemboman ATM di Malang Kamis lalu disesalkan oleh pihak Bank Mandiri. Kasus ini dipercayakan seutuhnya oleh Bank Mandiri kepada pihak kepolisian.
Yang disesalkan Bank Mandiri adalah : walaupun uang dalam ATM tidak hilang dan masih dalam kondisi baik, tapi kenyamanan masyarakat untuk menggunakan ATM dalam bertransaksi menjadi terganggu.
Berita disadur dari : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/10/0927579/Bank.Mandiri.Sesalkan.Kasus.Pemboman.ATM.di.Malang
![]() |
| Lokasi ledakan bom di ATM Mandiri, di wilayah Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (9/1/2014). Ledakan adalah bom yang diduga dilakukan oleh seorang teroris. Gambar Diambil di sini |
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri Tbk menyerahkan sepenuhnya kasus pemboman anjungan tunai mandiri (ATM) di Malang kepada pihak kepolisian.
"Uang yang ada di dalam ATM tidak hilang dan tetap dala kondisi baik. Namun kami menyesalkan adanya tindakan yang tidak bertanggung jawab ini karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menggunakan layanan ATM untuk bertransaksi," ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Nixon LP Napitupulu, kepada Kompas.com Kamis malam (9/1/2014).
Dia mengungkapkan, Bank Mandiri berharap pihak kepolisian bisa menyelesaikan kasus tersebut. Dengan demikian upaya kejahatan yang dapat merusak tatanan industri keuangan bisa dicegah.
Sebelumnya diberitakan, sebuah bilik ATM Mandiri di Jalan Kartanegara, Karangploso, Kabupaten Malang, meledak, Kamis (9/1/2014). Dahsyatnya ledakan membuat serpihan kaca beterbangan hingga radius lebih dari 20 meter.
Serpihan kaca juga memenuhi halaman ruko dan sebuah Rumah Makan Pak H Sholeh yang ada di sisi bilik ATM. Meski demikian, mesin ATM masih terlihat utuh.
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Analisa : Peristiwa pemboman ATM di Malang Kamis lalu disesalkan oleh pihak Bank Mandiri. Kasus ini dipercayakan seutuhnya oleh Bank Mandiri kepada pihak kepolisian.
Yang disesalkan Bank Mandiri adalah : walaupun uang dalam ATM tidak hilang dan masih dalam kondisi baik, tapi kenyamanan masyarakat untuk menggunakan ATM dalam bertransaksi menjadi terganggu.
Berita disadur dari : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/10/0927579/Bank.Mandiri.Sesalkan.Kasus.Pemboman.ATM.di.Malang
Dahlan Iskan soal Kenaikan Harga Elpiji: Semua Pokoknya Salah Saya (Tulisan Softskill)
Dahlan Iskan soal Kenaikan Harga Elpiji: Semua Pokoknya Salah Saya
| Menteri BUMN, Dahlan Iskan Gambar Diambil di sini |
"Semua pokoknya salah saya. Sudah enggak apa-apa," ujar Dahlan usai rapat terbatas di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Minggu (5/1/2014).
Sebelumnya, sempat terjadi perdebatan soal keputusan Pertamina menaikkan harga elpiji.
Vice President Coporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyatakan pihaknya sudah melakukan sesuai prosedur dan telah memberitahu pemerintah rencana Pertamina menaikkan harga elpiji untuk menutup utang.
Namun, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa membantahnya. Hatta mengaku baru mengetahui rencana itu. Ia justru menuding Menteri BUMN yang sebenarnya sudah mengetahui dan menyetujui rencana kenaikan harga gas elpiji.
"Pertamina itu bersifat pemberitahuan. Pak Wacik baru terima suratnya tanggal 2 Januari. Tapi itu kan melalui RUPS, artinya BUMN sudah tahu," ujar Hatta.
Saat dikonfrontasi dengan tudingan Hatta, Dahlan terdiam sejenak. Sambil tersenyum, dia mengatakan, "Semua betul".
Dahlan mengatakan bahwa Pertamina hanya melaksanakan hasil audit BPK yang harus dilaksanakan dalam waktu 60 hari. Rekomendasi BPK saat itu, sebut Dahlan, adalah dengan menaikkan harga elpiji 12 kilogram.
Namun, jika sikap Pertamina dianggap salah, Dahlan mengatakan Pertamina akan mengoreksinya dalam waktu singkat.
Saat kembali dicecar soal "lampu hijau" yang diberikan Dahlan kepada Pertamina tanpa memberitahu Presiden, Dahlan mengelak dengan berjalan cepat menuju mobilnya.
Hatta sempat mendatangi Dahlan dan berbisik. Setelah itu, Dahlan maupun Hatta langsung masuk ke dalam mobilnya masing-masing.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Pertamina mengkaji ulang keputusan menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram.
Presiden menginstruksikan agar menteri terkait dan Pertamina, bersama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan rapat konsultasi untuk mencari solusi terbaik. Presiden memberikan waktu 1 x 24 jam untuk Pertamina mengambil sikap.
Analisa : Dahlan Iskan, Menteri BUMN. Menyatakan bahwa polemik kenaikan harga elpiji merupakan kesalahan yang dilimpahkan saja ke dirinya.
Sebelumnya terjadi perdebatan mengenai kenaikan harga elpiji ini. Menurut pihak Pertamina melalui Vice President Corporate Communicationnya, menyatakan sikap dalam mengambil kebijakan Pertamina ini sudah sesuai prosedur dan diberitahu kepada pemerintah. Tetapi hal tersebut dibantah oleh Hatta Rajasa yang menampik tudingan dengan menyatakan bahwa Dahlan Iskan sudah mengetahui kebijakan tersebut, sedangkan dirinya tidak.
Perdebatan ini terus terjadi, tetapi Dahlan dengan gaya khasnya menyatakan pelimpahan kesalahan diberikan saja kepada dirinya.
Di lain sisi Presiden SBY meminta agar Pertamina mengkaji ulang keputusan menaikkan harga gas elpiji 12 kg.
Berita disadur dari : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/05/1800319/Dahlan.Iskan.soal.Kenaikan.Harga.Elpiji.Semua.Pokoknya.Salah.Saya
Rupiah Masih di Fase Pelemahan (Tulisan Softskill)
Rupiah Masih di Fase Pelemahan
JAKARTA, KOMPAS.com - Rupiah kembali dites kekuatannya menjelang akhir pekan ini. Sentimen eksternal diproyeksikan masih akan membawa rupiah melemah pada perdagangan Jumat (10/1/2014).
Meski rilis Rapat Dewan Gubernur BI menetapkan level BI rate bertahan di level 7,5 persen memberikan imbas positif bagi bursa saham namun, tidak demikian dengan pasar uang. Laju rupiah kembali melemah pada perdagangan Kamis (9/1/2014).
Menurut riset Trust Securities, tekanan bertambah dengan rilis komentar Presiden European Central Bank, Mario Draghi, yang tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendahnya sehingga membuat laju euro kembali melemah. Hal itu berimbas negatif pada laju Rupiah terhadap dollar AS.
Begitu pula dengan dollar Australia yang juga melemah merespon sentimen akan diberlakukannya tapering off memberikan tambahan tekanan bagi rupiah. Laju rupiah di bawah target support Rp 12.238 per dollar AS.
Hari ini rupiah diproyeksikan berada di level Rp 12.289-12.248 per dollar AS (kurs tengah BI).
Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Analisa : Kekuatan Rupiah kembali dites menjelang akhir pekan ini. Rupiah yang sudah terlanjur babak belur, diprediksi masih akan tetap melemah dikarenakan ada sentimen eksternal.
Imbas positif yang berada pada bursa saham, setelah adanya rilis Rapat Dewan Gubernur BI yang menetapkan BI rate bertahan pada level 7,5 tidak diikuti pada pasar uang.
Tekanan pun semakin bertambah dikarenakan adanya rilis komentar dari Presiden European Central Bank, Mario Draghi yang membuat imbas negatif laju Rupiah terhadap dollar AS.
Untuk hari ini ini, rupiah diperkirakan akan mencapai level Rp 12.289 - 12.248 per dollar AS dalam kurs tengah BI
Berita disadur dari : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/10/0753275/Rupiah.Masih.di.Fase.Pelemahan
JAKARTA, KOMPAS.com - Rupiah kembali dites kekuatannya menjelang akhir pekan ini. Sentimen eksternal diproyeksikan masih akan membawa rupiah melemah pada perdagangan Jumat (10/1/2014).
Meski rilis Rapat Dewan Gubernur BI menetapkan level BI rate bertahan di level 7,5 persen memberikan imbas positif bagi bursa saham namun, tidak demikian dengan pasar uang. Laju rupiah kembali melemah pada perdagangan Kamis (9/1/2014).
Menurut riset Trust Securities, tekanan bertambah dengan rilis komentar Presiden European Central Bank, Mario Draghi, yang tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendahnya sehingga membuat laju euro kembali melemah. Hal itu berimbas negatif pada laju Rupiah terhadap dollar AS.
Begitu pula dengan dollar Australia yang juga melemah merespon sentimen akan diberlakukannya tapering off memberikan tambahan tekanan bagi rupiah. Laju rupiah di bawah target support Rp 12.238 per dollar AS.
Hari ini rupiah diproyeksikan berada di level Rp 12.289-12.248 per dollar AS (kurs tengah BI).
Penulis : Robertus Benny Dwi Koestanto
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Analisa : Kekuatan Rupiah kembali dites menjelang akhir pekan ini. Rupiah yang sudah terlanjur babak belur, diprediksi masih akan tetap melemah dikarenakan ada sentimen eksternal.
Imbas positif yang berada pada bursa saham, setelah adanya rilis Rapat Dewan Gubernur BI yang menetapkan BI rate bertahan pada level 7,5 tidak diikuti pada pasar uang.
Tekanan pun semakin bertambah dikarenakan adanya rilis komentar dari Presiden European Central Bank, Mario Draghi yang membuat imbas negatif laju Rupiah terhadap dollar AS.
Untuk hari ini ini, rupiah diperkirakan akan mencapai level Rp 12.289 - 12.248 per dollar AS dalam kurs tengah BI
Berita disadur dari : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/10/0753275/Rupiah.Masih.di.Fase.Pelemahan
Wall Street Berakhir 'Merah' (Tulisan Softskill)
Wall Street Berakhir 'Merah'
Wahyu Daniel - detikfinance
Washington -Saham-saham di bursa Wall Street AS mengakhiri perdagangan Kamis di zona negatif. Para pelaku pasar saham khawatir menunggu data tenaga kerja terbaru dari pemerintah, dan juga kinerja-kinerja emiten saham.
Pada perdagangan Kamis (9/1/2014), indeks Dow Jones turun 17,98 poin (0,11%) ke level 16.444,76. Indeks S&P500 turun 0,64 poin (0,03%) ke level 1.838,13. Sementara indeks Nasdaq turun 9,42 poin (0,23%) ke level 4.156,19.
"Investor khawatir bila dana tenaga kerja menguat, maka The Fed (bank sentral AS) akan agresif mengurangi stimulusnya," ujar Analais Gregori Volokhine seperti dilansir dari AFP, Jumat (10/1/2014).
Pada saat yang sama, disebutkan adanya hasil kinerja mengecewakan dari perusahaan ritel Family Dollar and Bed serta Bath & Beyond. Ini membuat investor khawatir soal kinerja emiten atau perusahaan di pasar modal.
(dnl/dnl)
Analisa : Wall Street, bursa saham AS mengakhiri perdagangannya pada Hari Kamis di zona negatif. Para "pemain" Wall Street cemas dalam menunggu data tenaga kerja terbaru dari pemerintah dan kinerja dari emiten saham. Indeks jagoan Wall Street seperti Dow Jones, S&P500, serta Nasdaq turun hingga 0,23%. Hal tersebut menyebabkan kekhawatiran, The Fed selaku bank sentral AS akan agresif mengurangi stimulusnya seperti yang dikemukakan analis Gregori Voloikhine.
Berita disadur dari : http://finance.detik.com/read/2014/01/10/070424/2463505/6/wall-street-berakhir-merah?f9911023
Wahyu Daniel - detikfinance
Washington -Saham-saham di bursa Wall Street AS mengakhiri perdagangan Kamis di zona negatif. Para pelaku pasar saham khawatir menunggu data tenaga kerja terbaru dari pemerintah, dan juga kinerja-kinerja emiten saham.
Pada perdagangan Kamis (9/1/2014), indeks Dow Jones turun 17,98 poin (0,11%) ke level 16.444,76. Indeks S&P500 turun 0,64 poin (0,03%) ke level 1.838,13. Sementara indeks Nasdaq turun 9,42 poin (0,23%) ke level 4.156,19.
"Investor khawatir bila dana tenaga kerja menguat, maka The Fed (bank sentral AS) akan agresif mengurangi stimulusnya," ujar Analais Gregori Volokhine seperti dilansir dari AFP, Jumat (10/1/2014).
Pada saat yang sama, disebutkan adanya hasil kinerja mengecewakan dari perusahaan ritel Family Dollar and Bed serta Bath & Beyond. Ini membuat investor khawatir soal kinerja emiten atau perusahaan di pasar modal.
(dnl/dnl)
Analisa : Wall Street, bursa saham AS mengakhiri perdagangannya pada Hari Kamis di zona negatif. Para "pemain" Wall Street cemas dalam menunggu data tenaga kerja terbaru dari pemerintah dan kinerja dari emiten saham. Indeks jagoan Wall Street seperti Dow Jones, S&P500, serta Nasdaq turun hingga 0,23%. Hal tersebut menyebabkan kekhawatiran, The Fed selaku bank sentral AS akan agresif mengurangi stimulusnya seperti yang dikemukakan analis Gregori Voloikhine.
Berita disadur dari : http://finance.detik.com/read/2014/01/10/070424/2463505/6/wall-street-berakhir-merah?f9911023
Subscribe to:
Posts (Atom)

